Tergantung Jaringan yang Dipilih, Segini Besaran Biaya Withdraw Binance

  • Whatsapp
Biaya Withdraw Binance - academy.binance.com
Biaya Withdraw Binance - academy.binance.com

Trading crypto dewasa ini begitu diminati sebagai instrumen investasi, di samping investasi saham atau trading forex. Namun karena sifatnya yang begitu volatil, risiko kerugian pun berbanding lurus dengan peluang keuntungannya. Di bursa pertukaran kripto seperti Binance biasanya mematok fee atau biaya tertentu untuk transaksi withdraw (penarikan) kripto, tergantung dari jenis koin dan jaringan blockchain yang digunakan.

Sebagai informasi, untuk withdrawal Bitcoin minimal 0,0000082 lewat jaringan Binance Chain (BEP2) atau Binance Smart Chain (BEP20), trader akan dikenai biaya atau fee penarikan sebesar 0,0000041. Kemudian jika withdraw lewat jaringan Bitcoin, minimal saldo yang bisa ditarik adalah 0,001 dan dikenai biaya 0,0005. Jika ditarik lewat jaringan Ethereum (ERC20) dengan minimal penarikan 0,0011, biayanya 0,00053. Terakhir, penarikan lewat jaringan BTC (SegWit) untuk minimal 0,001 koin dikenai biaya 0,0005.

Bacaan Lainnya

Lain lagi dengan Ethereum, penarikan sebesar 0,00012 lewat Binance Chain atau Binance Smart Chain dikenai fee 0,000062. Tetapi, bila ditarik lewat Ethereum (ERC20), batas penarikan adalah 0,01 koin dan dikenai biaya 0,0035. “Biaya ini tidak dibayarkan ke Binance tetapi kepada para miner atau validator, yang bertanggung jawab untuk memproses transaksi dan mengamankan jaringan blockchain masing-masing,” kata pihak Binance.

“Binance harus membayar biaya ini kepada para miner untuk memastikan bahwa transaksi diproses. Karena biaya transaksi bersifat dinamis, Anda akan dikenakan biaya sesuai dengan kondisi jaringan saat ini. biaya didasarkan pada perkiraan biaya transaksi jaringan dan dapat berfluktuasi tanpa pemberitahuan karena faktor seperti terjadinya kemacetan jaringan. Silakan periksa biaya terbaru yang tercantum di setiap halaman penarikan,” imbuhnya.

Ke depannya, transaksi cryptocurrency di Indonesia kabarnya akan dikenai pajak. Menurut COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda, pengenaan pajak tersebut kini tengah dibahas oleh beberapa pihak dan pelaku industri, termasuk Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). “Kebetulan masih pembahasan, saya juga diajak ngobrol dengan berapa pihak termasuk Bappebti untuk kemudian kita merumuskan tentang pengaturan pajak itu,” jelas Teguh, seperti dilansir CNBC Indonesia.

Pajak yang diusulkan untuk dikenakan pada para investor kripto ini adalah PPh final sebesar 0,05%. tersebut lebih kecil ketimbang PPh final yang dikenakan pada investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kini mencapai 0,1%. “Goalnya berapa kita enggak tahu. Tapi kita melihat bahwa pendapatan pemerintah dari transaksi aset kripto di 2024 angkanya mencapai triliunan,” pungkasnya.

Pos terkait