Perseteruan Berlanjut, AS Cabut Status Ekonomi Pasar Rusia

Ekonomi Pasar Rusia - (www.doverie-omsk.ru)
Ekonomi Pasar Rusia - (www.doverie-omsk.ru)

Moskow – Amerika Serikat (AS) tidak akan lagi memperlakukan Rusia sebagai negara ekonomi pasar. AS telah cabut status ekonomi pasar Rusia untuk membatasi penghitungan bea masuk antidumping atas barang-barang Rusia.

Bacaan Lainnya

Ketika Departemen Perdagangan AS mengumumkan tindakan pencabutan status ekonomi pasar pada hari Kamis (10/11), itu dapat menaikkan tarif impor Rusia yang sudah dibatasi sanksi. Kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya. Apalagi Rusia juga dikecam oleh negara-negara barat atas konflik Rusia dengan Ukraina. 

“Keputusan ini memberi Amerika Serikat untuk menerapkan kekuatan penuh atas undang-undang anti-dumping,” kata Departemen Perdagangan AS dalam TRT World. “Ini untuk mengatasi distorsi pasar yang disebabkan peningkatan campur tangan pemerintah Rusia dalam ekonomi mereka.”

Menurut departemen tersebut, keterlibatan pemerintah Rusia dalam ekonominya telah menyebabkan harga dan biaya terdistorsi. Ini yang mempengaruhi bagaimana perusahaan-perusahaan Rusia menetapkan harga impor ke Amerika Serikat. Hal tersebut menjadi kecurigaan terhadap perusahaan Rusia yang tidak secara akurat menetapkan harga impor ke AS secara adil.

Dumping terjadi ketika produsen asing menjual produk di AS dengan harga di bawah harga , atau lebih rendah dari biaya produksinya. Menurut Departemen Perdagangan AS, impor yang tidak adil seperti itu dapat merugikan industri AS saat mencoba bersaing di arena global. Sementara itu, penentuan status ekonomi pasar didasarkan pada evaluasi kriteria seperti konvertibilitas mata , kontrol pemerintah atas produksi, dan iklim investasi asing.

“Perdagangan menemukan kemunduran yang luas di area ini, terutama sejak invasi Ukraina,” kata juru bicara Departemen Perdagangan AS. ”Ini berlawanan dengan intuisi.”

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu (22/6) mengatakan, Moskow sedang dalam mengalihkan perdagangan dan ekspornya ke negara-negara BRICS sebagai akibat dari sanksi Barat. Hal itu disampaikannya pada pertemuan virtual kelompok BRICS.

Kelompok BRICS terdiri dari Brasil, Rusia, , Cina, dan Afrika Selatan. Perekonomian BRICS mencakup lebih dari 40% dari populasi dunia dan hampir seperempat dari produk domestik bruto global.

Duta Besar Rusia untuk Washington Anatoly Antonov mengkritik langkah itu sebagai kontra-intuitif dalam sebuah posting media sosial pada hari Jumat (11/11). Sebelas negara lain, termasuk bekas negara Soviet di Asia Tengah, serta China dan Vietnam, dianggap ekonomi non-pasar oleh AS.

Washington memberikan Rusia status ekonomi pasar pada tahun 2002, sebuah langkah penting untuk penerimaan Rusia ke World Trade Organization (WTO) pada tahun 2012. Tahun lalu, American Chamber of Commerce Amerika di Rusia mengatakan bahwa Moskow akan dapat menantang setiap keputusan AS untuk mencabut status ekonomi pasar Rusia di WTO.

Namun, kini hubungan antara pihak Moskow dengan blok Barat cenderung memburuk sejak invasi Rusia ke Ukraina. AS dengan beberapa negara-negara Barat lainnya, telah memberlakukan sanksi luas untuk memutus hubungan ekonomi Rusia setelah Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022.

Pos terkait