Apakah Naik Kapal Laut Masih Wajib Pakai Syarat PCR dan Vaksin?

  • Whatsapp
Vaksin Covid-19 - pendidikankedokteran.net
Vaksin Covid-19 - pendidikankedokteran.net

Pemerintah beberapa waktu lalu sudah menerbitkan aturan baru mengenai syarat penumpang menggunakan transportasi laut. Peraturan tersebut dijelaskan secara rinci dalam Edaran (SE) No. 95/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Laut pada Masa Pandemi Covid-19. Lantas, apakah naik kapal laut masih wajib PCR dan vaksin?

Menurut Plt. Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha aturan baru yang diterbitkan oleh pihak Kemenhub berlaku efektif mulai 3 November 2021 lalu dan mengacu pada SE Satuan Tugas Penanganan Covid-19 No. 22/2021 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 56/2021 dan No. 57/2021. “Dalam SE terbaru kali ini penumpang kapal laut yang akan melakukan dari dan/atau ke pelabuhan di seluruh wilayah Indonesia tidak perlu lagi menggunakan hasil negatif test PCR sebagai syarat perjalanan,” jelas Arif beberapa waktu lalu, seperti dilansir Bisnis.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Arif menerangkan, penumpang yang menaiki moda transportasi laut wajib membawa keterangan hasil negatif antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam atau di pelabuhan sebelum keberangkatan. Akan tetapi, menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) masih jadi syarat wajib bagi calon penumpang yang akan naik kapal laut. “Pelaku dalam negeri wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan,” paparnya.

Syarat menunjukkan kartu vaksin tersebut dikecualikan untuk penumpang kapal yang berusia di bawah 12 tahun, nakhoda dan awak kapal yang bekerja di atas kapal yang mengangkut barang logistik atau barang lainnya di luar wilayah Jawa dan Bali, serta penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku tidak dapat menerima vaksin. Bagi penumpang komorbid yang tak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti Covid-19.

Arif juga mengimbau masyarakat yang akan bepergian untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Pos terkait